Menampilkan 12 dari 227 do’a.
Doa Memohon Kebaikan
Doa Memohon Keteguhan, Petunjuk Sekaligus Sebagai pembeli Petunjuk
اَللَّهُمَّ ثَبِّتْنِي، وَاجْعَلْنِي هَادِيًا مَهْدِيًّا
Latin
Allaahumma tsabbitnii, waj'alnii haadiyan mahdiyyan.
Artinya
Ya Allah, teguhkanlah aku. Dan jadikanlah aku sebagai pemberi petunjuk sekaligus mendapat petunjuk.
Sumber dan keterangan
HR. Bukhari, Muslim.
Asal doa ini adalah bahwa suatu ketika Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepada Jarir Bin Abdillah al-Bajali Radhiyallahu anhu, “Wahai Jarir! Buat aku nyaman dari Dzul Khalashah (dengan melenyapkannya)”. Yaitu sebuah bangunan (terdapat berhala di sana) milik Khats’am yang biasa disebut dengan Ka’bah Yamaniyah. Maka Jarir pun segera bertolak bersama 150 ksatria berkuda. Dan Jarir saat itu mengeluhkan kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang dirinya yang tidak bisa duduk mantap di atas pelana kudanya. Lalu Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menepuk dada Jarir, dan mendoakannya, “Ya Allah, teguhkanlah ia, dan jadikanlah ia pemberi petunjuk sekaligus mendapat petunjuk.” (Lihat Shahih al-Bukhaari kitab al-Jihad wa as-Siyar; Bab Harq ad-Duur wa an-Nakhiil no 3020; juga no 4356; Muslim kitab Fadhaa’il ash-Shahaabah Bab min Fadhaa’il Jarir Bin Abdillah no 2475 dan 2476).
Dalam doa ini terkandung permohonan agar diberi ketegaran dan kekokohan dalam segala hal, baik tegar secara fisik maupun mental, baik dalam urusan dunia maupun akhirat. Permohonan agar diberi kekokohan tersebut sifatnya umum dan menyeluruh, seperti yang ditunjukkan dalam ungkapan tersebut yang tidak menyebutkan obyeknya (maf’ul bih). Artinya tegar dalam segala hal. Tegarnya hati sekaligus fisik dalam menghadapi musuh, tegar menghadapi fitnah, syahwat, syubhat, tegar saat menjemput kematian agar tidak disesatkan syetan, tegar di alam Barzakh, juga tegar di hari akhir di atas Shirat. Ini adalah termasuk jawaami’ul kalim dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam; ungkapan dengan lafazh singkat, namun sarat arti dan dalam cakupannya.
Doa ini juga memuat permohonan agar Allah Azza wa Jalla memberikan kepadanya petunjuk (petunjuk taufiq), sekaligus agar ia memberi petunjuk kepada orang lain, yaitu dengan menunjukkan kebaikan kepada orang lain. Ini adalah nikmat Allah Azza wa Jalla yang begitu luhur bagi hamba, yaitu agar Allah Azza wa Jalla mengokohkannya di atas agama ini dan memberinya petunjuk-Nya, kemudian agar Allah Azza wa Jalla menganugerahkan kepadanya taufik untuk berdakwah menyeru manusia pada yang makruf dan mencegah yang mungkar.
Lihat Syarh ad-Du’aa’ Min al-Kitab wa as-Sunnah, doa no 131.
Sumber: https://almanhaj.or.id/11433-doa-agar-tegar-dan-menerangi-manusia-dengan-kebaikan.html
#umum
Doa Memohon Kebaikan
Doa Memohon Keimanan, Keyakinan, dan Pemahaman
اَللَّهُمَّ زِدْنَا إِيْمَانًا، وَيَقِيْنًا، وَفِقْهًا
Latin
Allaahumma zidnaa iimaanan, wa yaqiinan, wa fiqhan.
Artinya
Ya Allah, tambahkan kepada kami keimanan, keyakinan dan pemahaman (yang benar).
Sumber dan keterangan
HR. Abdullah bin Imam Ahmad dalam As-Sunnah (I/368, No. 797) dan Al-Laalikai dalam Syirah Ushul I’tiqod Ahlis Sunnah waljama’ah (No. 1704). Al-Hafizh Ibnu Hajar menyatakan sanadnya shahih dalam Fathul Barri (I/48).
Sumber: https://muslimah.or.id/9591-wanita-dan-majelis-ilmu.html
#umum
Doa Memohon Kebaikan
Doa Memohon Keteguhan Di Atas Agama Islam
يَا وَلِيَّ الْإِسْلَامِ وَأَهْلِهِ، مَسِّكْنِي الْإِسْلَامَ، حَتَّى أَلْقَاكَ عَلَيْهِ
Latin
Yaa waliyyal islaami wa ahlih, massiknil islaam, hattaa alqooka 'alaih.
Artinya
Wahai Dzat yang melindungi Islam dan pemeluknya, kokohkanlah kami di atas Islam, sampai kami menemui-Mu dengan membawanya.
Sumber dan keterangan
HR. ath-Thabrani.
Sumber: https://yufidia.com/5027-doa-memohon-keteguhan-di-atas-islam.html
#umum
Doa Memohon Kebaikan
Doa Memohon Iman Yang Tidak Lepas, Nikmat yang Tidak Habis, dan Menyertai Nabi Muhammad di Surga
اَللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ إِيْمَانًا لَا يَرْتَدُّ، وَنَعِيْمًا لَا يَنْفَدُ، وَمُرَافَقَةَ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي أَعْلَى جَنَّةِ الْخُلْدِ
Latin
Allaahumma innii as-aluka iimaanan laa yartadd, wa na'iiman laa yanfad, wa muroofaqota muhammadin shollallaahu 'alaihi wa sallama fii a'laa jannatil khuld.
Artinya
Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu iman yang tidak akan lepas, nikmat yang tidak akan habis, dan menyertai Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam di surga yang paling tinggi selamanya.
Sumber dan keterangan
Sumber: https://rumaysho.com/23644-20-doa-dan-dzikir-saat-wabah-corona-melanda.html
#umum
Doa Memohon Kebaikan
Doa Memohon Qona'ah (Merasa Cukup)
اَللَّهُمَّ قَنِّعْنِيْ بِمَا رَزَقْتَنِيْ، وَبَارِكْ لِيْ فِيهِ، وَاخْلُفْ عَلَى كُلِّ غَائِبَةٍ لِيْ بِخَيْرٍ
Latin
Allaahumma qonni'nii bimaa rozaqtanii, wa baarik lii fiihi, wakh-luf 'alaa kulli ghoo-ibatin lii bi-khoirin.
Artinya
Ya Allah, jadikanlah aku qona'ah (merasa cukup) terhadap apa yang Engkau rizkikan kepadaku, berkahilah aku di dalamnya, dan gantilah untukku semua yang hilang dariku dengan yang lebih baik.
Sumber dan keterangan
HR. Al Hakim. Hadits shohih.
Sumber: https://bbg-alilmu.com/wp-content/uploads/2015/06/qona-ah.jpg
#umum
Doa Memohon Kebaikan
Doa Agar Dibimbing Ke Jalan yang Benar (Doa Nabi Musa)
عَسَىٰ رَبِّي أَن يَهْدِيَنِي سَوَاءَ السَّبِيلِ
Latin
Asaa robbii an yahdiyanii sawaa-as-sabiil.
Artinya
Mudah-mudahan Tuhanku memimpinku ke jalan yang benar.
Sumber dan keterangan
(QS. Al Qashash [28]: 22).
#umum
Doa Memohon Kebaikan
Doa Ketika Sangat Butuh Sesuatu Ataupun Pertolongan Dari Allah (Doa Nabi Musa)
رَبِّ إِنِّي لِمَا أَنْزَلْتَ إِلَيَّ مِنْ خَيْرٍ فَقِيرٌ
Latin
Robbi innii limaa anzalta ilayya min khoirin faqiir.
Artinya
Ya Tuhanku, sesungguhnya aku sangat memerlukan sesuatu kebaikan yang Engkau turunkan kepadaku. (QS. Al Qashash [28]: 24).
Sumber dan keterangan
Anda bisa perhatikan surat al-Qashas, Allah menceritakan Musa dari ayat 3 hingga ayat 43. Doa ini diucapkan Musa ketika beliau berada di kondisi serba susah. Diliputi rasa cemas dan ketakutan. Bagi orang awam, keadaan itu mungkin sudah dianggap puncak ujian, seolah tidak ada lagi harapan untuk hidup.
#umum
Doa Keluar Dan Masuk Rumah
Doa Keluar Rumah
بِسْمِ اللَّهِ، تَوَكَّلْتُ عَلَى اللَّهِ، لاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللَّهِ
Latin
Bismillaah, tawakkaltu 'alallaah, laa haula wa laa quwwata illaa billaah.
Artinya
Dengan nama Allah, aku bertawakkal kepada Allah, tiada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah.
Sumber dan keterangan
HR. Abu Daud 5095, Turmudzi 3426 dan dishahihkan al-Albani.
Keutamaan:
Dalam hadis dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan keutamaan doa ini, “Apabila seseorang keluar dari rumahnya kemudian dia membaca: (doa di atas), maka disampaikan kepadanya, ‘Kamu diberi petunjuk, kamu dicukupi kebutuhannya, dan kamu dilindungi.’ Seketika itu setan-setanpun menjauh darinya. Lalu salah satu setan berkata kepada temannya, ‘Bagaimana mungkin kalian bisa mengganggu orang yang telah diberi petunjuk, dicukupi, dan dilindungi.’”
Keterangan:
Makna “disampaikan kepadanya”: yang menyampaikan adalah Malaikat. Malaikat itu mengatakan kepada orang yang membaca doa ini ketika keluar rumah, ‘Wahai hamba Allah, kamu telah diberi petunjuk, dicukupi, dan dilindungi.’ (Tuhfatul Ahwadzi, Syarh Sunan Turmudzi, 9/271).
Sumber: https://konsultasisyariah.com/22104-doa-agar-dijamin-aman-ketika-keluar-rumah.html
#umum
Doa Keluar Dan Masuk Rumah
Doa Masuk Rumah 1 (Bismillah)
بِسْمِ اللَّهِ
Latin
Bismillaah.
Artinya
Dengan nama Allah.
Sumber dan keterangan
HR. Muslim 2018.
Hadis selengkapnya:
Ada hadis yang menganjurkan agar kita menyebut nama Allah saat masuk rumah. Tujuannya adalah agar setan dari luar tidak turut masuk rumah bersama kita. Dalam hadis dari Jabir bin 'Abdillah radhiyallahu 'anhuma, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, “Jika seseorang memasuki rumahnya lalu dia menyebut nama Allah saat masuk rumah, begitu pula saat dia makan, maka setan pun berkata (kepada teman-temannya), ‘Kalian tidak ada tempat untuk bermalam dan tidak ada jatah makan.’ Ketika dia masuk rumahnya tanpa menyebut nama Allah, setan-pun mengatakan (kepada teman-temannya), ‘Saat ini kalian mendapatkan tempat untuk bermalam.’ Dan ketika dia lupa menyebut nama Allah saat makan, maka setanpun berkata, ‘Kalian mendapat tempat bermalam dan jatah makan malam.’”
Hadis ini secara umum menunjukkan anjuran untuk berdzikir, menyebut nama Allah ketika masuk rumah dan ketika hendak makan.
Sumber: https://konsultasisyariah.com/28306-baca-doa-ini-agar-setan-tidak-masuk-rumah-anda.html
#umum
Doa Keluar Dan Masuk Rumah
Doa Masuk Rumah 2 (Salam)
اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ
Latin
As-salaamu 'alaikum.
Artinya
Semoga keselamatan atas kalian.
Sumber dan keterangan
Dari Anas bin Malik –radhiyallahu ‘anhu-, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata padanya, “Wahai anakku, jika engkau memasuki rumah dan menemui keluargamu, ucapkanlah salam biar datang berkah padamu dan juga pada keluargamu.” (HR. Tirmidzi no. 2698. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa sanad hadits ini dho’if. Namun Syaikh Al Albani merujuk pendapatnya dan menshahihkan hadits ini dalam Shohih Al Kalim 47).
Juga terdapat perintah dalam ayat Al Qur’an, “Maka apabila kamu memasuki (suatu rumah dari) rumah-rumah (ini) hendaklah kamu memberi salam kepada (penghuninya yang berarti memberi salam) kepada dirimu sendiri, salam yang ditetapkan dari sisi Allah, yang diberi berkat lagi baik.” (An-Nur [24]: 61).
Jabir bin ‘Abdillah radhiyallahu ‘anhu berkata, “Jika engkau masuk rumah dan menemui keluargamu, maka ucapkanlah salam pada mereka sebagai salam penghormatan di sisi Allah dan juga untuk mendapatkan berkah yang baik.” (Diriwayatkan dalam Al Adabul Mufrod no. 1095).
Jika diberi salam, maka hendaklah dibalas sebagaimana perintah Allah, “Apabila kamu diberi penghormatan dengan sesuatu penghormatan, maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik dari padanya, atau balaslah penghormatan itu (dengan yang serupa).” (An-Nisa’ [4]: 86).
Sebagian ulama mengatakan, jika ada yang memberi salam, maka balaslah dengan yang lebih sempurna atau balaslah dengan yang semisal. Membalas dengan lebih sempurna dihukumi sunnah, sedangkan membalas dengan yang semisal dihukumi wajib (Shahih Al Adab Al Mufrod, 3: 219). Misalnya, ketika memasuki rumah diucapkan salam “assalamu ‘alaikum wa rahmatullah,” yang lebih sempurna adalah menjawab dengan “assalamu ‘alaikum wa rahmatullah wa barakatuh.” Yang semisal adalah membalas dengan ucapan “assalamu ‘alaikum wa rahmatullah.”
Syaikh Muhammad bin Sholeh Al ‘Utsaimin berkata, “Jika engkau memasuki suatu rumah, maka ucapkanlah salam pada orang yang ada di dalam baik pada keluarga, teman, atau selain itu. Ini termasuk sunnah. Wallahul muwaffiq.” (Syarh Riyadhis Sholihin, 4: 414).
Diriwayatkan oleh Abu Umamah Al-Bahili, dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Ada tiga orang yang mendapat jaminan dari Allah, (di antaranya) seseorang yang masuk rumahnya dengan mengucapkan salam, maka dia mendapatkan jaminan dari Allah.” (HR. Abu Dawud no. 2494, dikatakan oleh Asy-Syaikh Al-Albani dalam Shahih Sunan Abi Dawud: shahih).
Sumber: https://rumaysho.com/6006-doa-masuk-rumah.html dan https://asysyariah.com/menyebarkan-salam
#umum
Doa Keluar Dan Masuk Rumah
Doa Masuk Rumah Ketika Tidak Ada Orang
اَلسَّلَامُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِيْنَ
Latin
As-salaamu 'alainaa wa 'alaa 'ibaadillaahish-shoolihiin.
Artinya
Semoga keselamatan atas kami dan hamba-hamba Allah yang shalih.
Sumber dan keterangan
HR. Bukhari dalam Adabul Mufrod 806/1055. Sanad hadits ini hasan sebagaimana dikatakan oleh Al Hafizh Ibnu Hajar dalam Al Fath, 11: 17.
Mengucapkan salam pada rumah yang tidak berpenghuni atau tidak ada seorangpun di rumah tersebut tidaklah wajib, namun disunnahkan.
Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma berkata, “Jika seseorang masuk rumah yang tidak didiami, maka ucapkanlah: (doa di atas).”
Hal di atas diucapkan ketika rumah kosong. Namun jika ada keluarga atau pembantu di dalamnya, maka ucapkanlah “Assalamu ‘alaikum”. Namun jika memasuki masjid, maka ucapkanlah “Assalamu ‘alainaa wa ‘alaa ‘ibadillahish sholihiin”. Sedangkan Ibnu ‘Umar menganggap salam yang terakhir ini diucapkan ketika memasuki rumah kosong.
Imam Nawawi rahimahullah dalam kitab Al Adzkar berkata, “Disunnahkan bila seseorang memasuki rumah sendiri untuk mengucapkan salam meskipun tidak ada penghuninya. Yaitu ucapkanlah: (doa di atas). Begitu pula ketika memasuki masjid, rumah orang lain yang kosong, disunnahkan pula mengucapkan salam “Assalamu ‘alainaa wa ‘alaa ‘ibadillahish sholihiin. Assalamu ‘alaikum ahlal bait wa rahmatullah wa barakatuh”. (Al Adzkar, hal. 468-469).
Maksud kalimat “Assalamu ‘alainaa” menunjukkan seharusnya do’a dimulai untuk diri sendiri dulu baru orang lain.
Sedangkan kalimat “wa ‘ala ‘ibadillahish sholihiin”, yaitu salam pada hamba yang sholeh, maksud sholeh adalah orang yang menjalani kewajiban, hak Allah dan juga hak hamba. (Syarh Shahih Al Adabil Mufrod, 3: 186).
Sumber: https://rumaysho.com/6018-mengucapkan-salam-pada-rumah-kosong.html
#umum
Bacaan Terkait Adzan
Bacaan Setelah Adzan 1 (Bersaksi) - Lafal 1
أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَـٰهَ إِلَّا اللَّهُ، وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، رَضِيْتُ بِاللَّهِ رَبًّا، وَبِمُحَمَّدٍ رَسُوْلًا، وَبِالْإِسْلَامِ دِيْنًا
Latin
Asyhadu al-laa ilaaha illallaah, wahdahu laa syariika lah, wa anna muhammadan 'abduhu wa rosuuluh, rodhiitu billaahi robbaa, wa bi muhammadin rosuulaa, wa bil islaami diinaa.
Artinya
Aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah, Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya, dan bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya. Aku ridha Allah sebagai Rabbku, Muhammad sebagai Rasulku dan Islam sebagai agamaku.
Sumber dan keterangan
HR. Muslim no. 386.
Dari Sa'ad bin Abi Waqqash, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, “Siapa yang mengucapkan setelah mendengar azan: (bacaan di atas), maka dosanya akan diampuni.”
Sumber: https://rumaysho.com/10008-5-amalan-ketika-mendengar-azan.html
#umum