Menampilkan 12 dari 227 do’a.
Lafal Dzikir Dan Keutamaannya
Lafal Dzikir 2 (Tasbih Malaikat)
سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ
Latin
Subhaanallaahi wa bihamdih.
Artinya
Maha Suci Allah, aku memujiNya.
Sumber dan keterangan
HR. Muslim no.2731.
Dari Abu Dzar, Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam ditanya: Kalimat apakah yang paling mulia? Beliau menjawab: "Kalimat yang Allah pilihkan untuk malaikat dan untuk para hambanya: (dzikir di atas)."
Tentang tasbih para malaikat, Allah nyatakan dalam firman-Nya:
Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi." Mereka berkata: "Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?" Tuhan berfirman: "Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui." (Al-Baqarah [2]: 30).
Kalimat (dzikir di atas) itulah cara bertasbih malaikat
#umum
Lafal Dzikir Dan Keutamaannya
Lafal Dzikir 3 (Dua Kalimat Yang Ringan Di Lisan, Berat Di Timbangan)
سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ، سُبْحَانَ اللَّهِ الْعَظِيْمِ
Latin
Subhaanallaahi wa bihamdih, subhaanallaahil 'azhiim.
Artinya
Maha Suci Allah, aku memujiNya, Maha Suci Allah Yang Maha Agung.
Sumber dan keterangan
HR. Al-Bukhari 7/168 dan Muslim 4/2072.
Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam bersabda: "Dua kalimat yang ringan di lidah, pahalanya berat di timbangan (hari Kiamat) dan disenangi oleh Tuhan Yang Maha Pengasih, adalah: (dzikir di atas)."
Sumber: Hisnul Muslim.
#umum
Lafal Dzikir Dan Keutamaannya
Lafal Dzikir 4 (Pohon Kurma Di Surga)
سُبْحَانَ اللَّهِ الْعَظِيْمِ وَبِحَمْدِهِ
Latin
Subhaanallaahil 'azhiimi wa bihamdih.
Artinya
Maha Suci Allah Yang Maha Agung, aku memujiNya.
Sumber dan keterangan
HR. At-Tirmidzi 5/511 dan Al-Hakim 1/501. Menurut pendapatnya, hadits tersebut shahih. Imam Adz-Dzahabi menyetujuinya. Lihat pula Shahihul Jami' 5/531 dan Shahih At-Tirmidzi 3/160.
"Barangsiapa yang membaca: (dzikir di atas), maka ditanam untuknya sebatang pohon kurma di Surga."
Sumber: Hisnul Muslim.
#umum
Lafal Dzikir Dan Keutamaannya
Lafal Dzikir 5
سُبْحَانَ اللَّهِ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ، وَلاَ إِلَـٰهَ إِلاَّ اللَّهُ، وَاللَّهُ أَكْبَرُ
Latin
Subhaanallaah, wal hamdulillaah, wa laa ilaaha illallaah, wallaahu akbar.
Artinya
Maha Suci Allah, Segala Puji bagi Allah, tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah, Allah Maha Besar.
Sumber dan keterangan
HR. Muslim 4/2072.
Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam bersabda: "Sungguh, apabila aku membaca: (dzikir di atas) adalah lebih senang bagiku dari apa yang disinari oleh matahari terbit."
Sumber: Hisnul Muslim.
#umum
Lafal Dzikir Dan Keutamaannya
Lafal Dzikir 6 (Doa Dan Dzikir Terbaik)
Sesungguhnya doa yang terbaik adalah membaca:
اَلْحَمْدُ لِلَّهِ
Latin
Alhamdulillaah.
Artinya
Segala Puji bagi Allah.
Sumber dan keterangan
Sedang dzikir yang terbaik adalah:
لاَ إِلَـٰهَ إِلاَّ اللَّهُ
Laa ilaaha illallaah.
Tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah.
HR. At-Tirmidzi 5/462, Ibnu Majah 2/1249, Al-Hakim 1/503. Menurut Al-Hakim, hadits tersebut adalah shahih. Imam Adz-Dzahabi menyetujuinya, Lihat pula Shahihul Jami' 1/362.
Sumber: Hisnul Muslim.
#umum
Lafal Dzikir Dan Keutamaannya
Lafal Dzikir 7 (Pahalanya Lebih Besar Daripada Dzikir Sehari Semalam)
اَلْحَمْدُ لِلَّهِ عَدَدَ مَا خَلَقَ
وَالْحَمْدُ لِلَّهِ مِلْءَ مَا خَلَقَ
وَالْحَمْدُ لِلَّهِ عَدَدَ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الأَرْضِ
وَالْحَمْدُ لِلَّهِ عَدَدَ مَا أَحْصَى كِتَابُهُ
وَالْحَمْدُ لِلَّهِ مِلْءَ مَا أَحْصَى كِتَابُهُ
وَالْحَمْدُ لِلَّهِ عَدَدَ كُلِّ شَيْءٍ
وَالْحَمْدُ لِلَّهِ مِلْءَ كُلِّ شَيْءٍ
سُبْحَانَ اللَّهِ عَدَدَ مَا خَلَقَ
وَسُبْحَانَ اللَّهِ مِلْءَ مَا خَلَقَ
وَسُبْحَانَ اللَّهِ عَدَدَ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الأَرْضِ
وَسُبْحَانَ اللَّهِ عَدَدَ مَا أَحْصَى كِتَابُهُ
وَسُبْحَانَ اللَّهِ مِلْءَ مَا أَحْصَى كِتَابُهُ
وَسُبْحَانَ اللَّهِ عَدَدَ كُلِّ شَيْءٍ
وَسُبْحَانَ اللَّهِ مِلْءَ كُلِّ شَيْءٍ
Latin
Alhamdulillaahi 'adada maa kholaq,
walhamdulillaahi mil-a maa kholaq,
walhamdulillaahi 'adada maa fis-samaawaati wa maa fil ardh,
walhamdulillaahi 'adada maa ahshoo kitaabuh,
walhamdulillaahi mil-a maa ahshoo kitaabuh,
walhamdulillaahi 'adada kulli syai-in,
walhamdulillaahi mil-a kulli syai-in,
Subhaanallaahi 'adada maa kholaq,
wa subhaanallaahi mil-a maa kholaq,
wa subhaanallaahi 'adada maa fis-samaawaati wa maa fil ardh,
wa subhaanallaahi 'adada maa ahshoo kitaabuh,
wa subhaanallaahi mil-a maa ahshoo kitaabuh,
wa subhaanallaahi 'adada kulli syai-in,
wa subhaanallaahi mil-a kulli syai-in.
Artinya
Segala puji bagi Allah sebanyak ciptaan-Nya,
Segala puji bagi Allah meliputi seluruh ciptaan-Nya,
Segala puji bagi Allah sebanyak segala yang ada di langit dan di bumi,
Segala puji bagi Allah sebanyak segala yang terhitung dalam kitab-Nya,
Segala puji bagi Allah meliputi semua yang dapat dihitung dalam kitab-Nya,
Segala puji bagi Allah sebanyak segala sesuatu,
Segala puji bagi Allah meliputi segala sesuatu,
Maha suci Allah sebanyak ciptaan-Nya,
Maha suci Allah meliputi seluruh ciptaan-Nya,
Maha suci Allah sebanyak segala yang ada di langit dan di bumi,
Maha suci Allah sebanyak segala yang terhitung dalam kitab-Nya,
Maha suci Allah meliputi semua yang dapat dihitung dalam kitab-Nya,
Maha suci Allah sebanyak segala sesuatu,
Maha suci Allah meliputi segala sesuatu.
Sumber dan keterangan
HR. Imam Nasa’i 6/50 hadits no 9994, Ibnu Khuzaimah 1/371 hadits nomor 754 dan Imam Thabrani 8/238 hadits no. 7930. Dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam kitab Shahihul Jami’ no 2615.
Suatu saat Nabi -shallallahu alaihi wasallam- melihat Abu Umamah -radhiallahu anhu- menggerakkan bibirnya, maka beliau bertanya, “Apa yang sedang kau baca wahai Abu Umamah?” Dia menjawab, “Aku sedang berdzikir kepada Allah.” Beliau mengatakan, “Maukah aku tunjukkan kepadamu dzikir yang pahalanya lebih banyak dari dzikirmu selama sehari semalam?” Kemudian beliau mengajarinya: (dzikir di atas), dan beliau berpesan, “Ajarkanlah dzikir ini kepada orang-orang setelahmu.”
Sumber: http://www.madinatulquran.or.id/dzikir-yang-sangat-dahsyat-pahalanya dan http://jilbab.or.id/archives/2153-berdzikir-sekali-mendapat-pahala-berdzikir-sepanjang-malam-dan-siang-hari
#umum
Doa Terkait Majelis
Khutbah Hajah (Doa Pembuka Majelis)
إِنَّ الْحَمْدَ ِللَّهِ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا، وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَـٰهَ إِلَّا اللَّهُ، وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ، وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنتُمْ مُسْلِمُونَ
يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ، وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا، وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً، وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ، إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا، يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ، وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا
أَمَّا بَعْدُ، فَإِنَّ أَصْدَقَ الْحَدِيْثِ كِتَابُ اللَّهِ، وَخَيْرَ الْهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَشَرَّ اْلأُمُوْرِ مُحْدَثَاتُهَا، وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ، وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلَالَةٌ، وَكُلَّ ضَلَالَةٍ فِي النَّارِ
Latin
Innal hamdalillaah, nahmaduhu, wa nasta'iinuhu, wa nastagh-firuh. Wa na'uudzu billaahi min syuruuri anfusinaa, wa min sayyi-aati a'maalinaa. Man yahdihillaahu falaa mudhilla lah, wa man yudh-lil falaa haadiya lah. Wa asyhadu al-laa ilaaha illallaah, wahdahu laa syariika lah, wa asyhadu anna muhammadan 'abduhu wa rosuuluh.
Yaa ayyuhal-ladziina aamanut-taqullaaha haqqo tuqootih, wa laa tamuutunna illaa wa antum muslimuun.
Yaa ayyuhan-naasut-taquu robbakumul-ladzii kholaqokum min nafsin waahidah, wa kholaqo minhaa zaujahaa, wa bats-tsa minhumaa rijaalan katsiiron wa nisaa-a. Wat-taqullaahal-ladzii tasaa-aluuna bihi wal arhaam. Innallaaha kaana 'alaikum roqiibaa.
Yaa ayyuhal-ladziina aamanut-taqullaaha wa quuluu qoulan sadiidaa. Yush-lih lakum a'maalakum, wa yagh-fir lakum dzunuubakum. Wa man yuthi'illaaha wa rosuulahu faqod faaza fauzan 'azhiimaa.
Ammaa ba'du, fa-inna ash-daqol hadii-tsi kitaabullaah, wa khoirol hadyi, hadyu muhammadin shollallaahu 'alaihi wa sallam. Wa syarrol umuuri muhda-tsaatuhaa, wa kulla muhda-tsatin bid'ah, wa kulla bid'atin dholaalah, wa kulla dholaalatin fin-naar.
Artinya
Segala puji hanya bagi Allah, kita memuji-Nya, memohon pertolongan dan ampunan kepada-Nya. Kita berlindung kepada Allah dari kejahatan diri kita dan kejelekan amal perbuatan kita. Barangsiapa yang Allah beri petunjuk, maka tidak ada yang dapat menyesatkannya. Dan barangsiapa yang Allah sesatkan, maka tidak ada yang dapat memberinya petunjuk. Aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah, tidak ada sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan Rasul-Nya.
Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam. (Ali 'Imran [3]: 102).
Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan dari padanya Allah menciptakan isterinya; dan dari pada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu. (An-Nisaa' [4]: 1).
Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar, niscaya Allah memperbaiki bagimu amalan-amalanmu dan mengampuni bagimu dosa-dosamu. Dan barangsiapa mentaati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar. (Al-Ahzaab [33]: 70-71).
Adapun selanjutnya, sesungguhnya sebenar-benar perkataan adalah Kitabullah (Al-Quran), dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan seburuk-buruk perkara adalah yang diada-adakan (dalam agama), dan setiap yang diada-adakan itu bid’ah, dan setiap bid’ah itu sesat, dan setiap kesesatan tempatnya di neraka.
Sumber dan keterangan
Hadits shahih. Shahih Nasa'i no. 1331, Muslim II: 592 no. 467 dan Nasa'i III: 188.
Kapan Khutbah Ini Diucapkan?
Pengantar khotbah ini diucapkan ketika ada hajat dan kebutuhan yang hendak disampaikan. Di antaranya adalah ketika hendak melakukan akad nikah atau menyampaikan khotbah jumat.
Terdapat keterangan lain, sebagaimana disebutkan dalam riwayat berikut: Syu’bah bertanya kepada gurunya, Abu Ishaq, “Apakah ini khusus untuk khutbah nikah atau boleh dibaca pada kesempatan lain?” Jawab Abu Ishaq, “Diucapkan pada setiap acara yang penting.” (Sunan Al-Kubra, karya Al-Baihaqi, no. 13604).
Syu’bah bin Hajjaj adalah salah satu perawi hadis yang menyebutkan tentang khutbatul hajah.
Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani rahimahullaah berkata, “…Sesungguhnya khutbah ini dibaca sebagai pembuka setiap khutbah, apakah khutbah nikah, atau khutbah Jumat, atau yang lainnya (seperti ceramah, mengajar dan yang lainnya-pent.), tidak khusus untuk khutbah nikah saja, sebagaimana disangka oleh sebagian orang…” (Khutbatul Hajah (hal. 36), cet. I/ Maktabah al-Ma’arif).
Sumber: https://almanhaj.or.id/1348-akad-nikah-khutbah-nikah-mahar-maskawin.html, https://almanhaj.or.id/3230-syarat-rukun-dan-kewajiban-dalam-aqad-nikah.html dan https://khotbahjumat.com/mukaddimah-khutbah-jumat
#umum
Doa Terkait Majelis
Doa Dalam Majelis
رَبِّ اغْفِرْ لِيْ وَتُبْ عَلَيَّ إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الْغَفُوْرُ
Latin
Robbighfir lii wa tub 'alayya, innaka antat-tawwaabul ghofuur.
Artinya
Wahai Tuhanku! Ampunilah aku dan terimalah taubatku, sesungguhnya Engkau Maha Menerima taubat lagi Maha Pengampun.
Sumber dan keterangan
HR. At-Tirmidzi dan Imam hadis lain, lihat pula di Shahih At-Tirmidzi 3/153, Shahih Ibnu Majah 2/321, dan lafal hadis tersebut menurut riwayat At-Tirmidzi.
Dari Ibnu Umar katanya: adalah pernah dihitung bacaan Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam dalam satu majelis 100x sebelum beliau berdiri, yaitu: (doa di atas).
Sumber: Hisnul Muslim.
#umum
Doa Terkait Majelis
Doa Penceramah/Pembicara Kepada Dirinya Dan Peserta Majelis
اَللَّهُمَّ اقْسِمْ لَنَا مِنْ خَشْيَتِكَ مَا يَحُولُ بَيْنَنَا وَبَيْنَ مَعَاصِيكَ،
وَمِنْ طَاعَتِكَ مَا تُبَلِّغُنَا بِهِ جَنَّتَكَ،
وَمِنَ الْيَقِينِ مَا تُهَوِّنُ بِهِ عَلَيْنَا مُصِيبَاتِ الدُّنْيَا،
وَمَتِّعْنَا بِأَسْمَاعِنَا، وَأَبْصَارِنَا، وَقُوَّتِنَا مَا أَحْيَيْتَنَا، وَاجْعَلْهُ الْوَارِثَ مِنَّا،
وَاجْعَلْ ثَأْرَنَا عَلَى مَنْ ظَلَمَنَا،
وَانْصُرْنَا عَلَى مَنْ عَادَانَا،
وَلَا تَجْعَلْ مُصِيبَتَنَا فِي دِينِنَا،
وَلَا تَجْعَلِ الدُّنْيَا أَكْبَرَ هَمِّنَا، وَلَا مَبْلَغَ عِلْمِنَا،
وَلَا تُسَلِّطْ عَلَيْنَا مَنْ لَا يَرْحَمُنَا
Latin
Allaahummaqsim lanaa min khosy-yatika maa yahuulu bainanaa wa baina ma'aashiik,
wa min thoo'atika maa tuballighunaa bihi jannatak,
wa minal yaqiini maa tuhawwinu bihi 'alainaa mushiibaatid-dunyaa,
wa matti'naa bi-asmaa'inaa, wa ab-shoorinaa, wa quwwatinaa maa ah-yaytanaa, waj'alhul waari-tsa minnaa,
waj'al tsa'ronaa 'alaa man zholamanaa,
wan-shurnaa 'alaa man 'aadaanaa,
wa laa taj'al mushiibatanaa fii diininaa,
wa laa taj'alid-dunyaa akbaro hamminaa, wa laa mablagho 'ilminaa,
wa laa tusallith 'alainaa man laa yarhamunaa.
Artinya
Ya Allah, jadikanlah untuk kami rasa takut kepada-Mu yang menghalangi antara kami dan perbuatan maksiat kepada-Mu,
dan ketaatan kepada-Mu yang dengannya Engkau menyampaikan kami ke surga-Mu,
dan keyakinan yang dengannya Engkau meringankan atas kami musibah dunia.
Berilah kami kenikmatan dengan pendengaran, penglihatan dan kekuatan selama Engkau menghidupkan kami, dan jadikanlah semua itu sebagai pewaris dari kami (tetap ada pada kami).
Buatlah pembalasan atas orang yang menzalimi kami.
Tolonglah kami atas orang yang memusuhi kami.
Janganlah Engkau jadikan musibah pada kami menimpa agama kami.
Janganlah Engkau jadikan dunia sebagai cita-cita terbesar kami, jangan juga sebagai tujuan utama dari ilmu kami.
Janganlah Engkau kuasakan (menjadi pemimpin) atas kami orang yang tidak menyayangi kami (orang kafir, munafik, fasik dan zalim, pen.).
Sumber dan keterangan
HR. At-Tirmidzi no. 3502, dinyatakan shahih oleh Syaikh al-Albani.
Dari Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata, “Jarang sekali Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berdiri dari suatu majelis sampai beliau berdoa dengan doa-doa ini untuk para sahabatnya: (doa di atas).”
#umum
Doa Terkait Majelis
Doa Kafaratul Majelis (Penghapus Dosa Majelis)
سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَـٰهَ إِلاَّ أَنْتَ، أَسْتَغْفِرُكَ، وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ
Latin
Subhaanakallaahumma wa bihamdika, asyhadu al-laa ilaaha illaa anta, astaghfiruka, wa atuubu ilaik.
Artinya
Maha Suci Engkau ya Allah, aku memuji-Mu. Aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Engkau, aku minta ampun dan bertaubat kepada-Mu.
Sumber dan keterangan
HR. Tirmidzi, ia mengatakan bahwa hadits ini hasan shahih. HR. Tirmidzi no. 3433. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadits ini shahih.
Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang duduk di suatu majelis lalu banyak senda guraunya (kalimat yang tidak bermanfaat untuk akhiratnya), maka hendaklah ia mengucapkan sebelum bangun dari majelisnya itu: (doa di atas), maka diampuni baginya dosa-dosa selama di majelisnya itu.”
Doa ini disebut sebagai doa Kafaratul Majelis (penghapus dosa majelis) atau Khatimah Majelis (penutup majelis), karena doa ini menjadi penghapus dosa bagi orang yang ikut duduk dalam majelis itu. Doa ini menjadi penghapus dosa, karena isinya pengakuan terhadap tauhid dan permohonan ampun kepada Allah.
Ibnu Rajab mengatakan, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengakhiri majelis beliau dengan doa kafaratul majelis dan beliau perintahkan agar semua majelis diakhiri dengan doa itu. Beliau juga mengabarkan, bahwa jika majelis itu sia-sia maka doa ini menjadi kafarah baginya. Doa ini juga diriwayatkan dari sekelompok sahabat.” (Fathul Bari, 3/345).
Doa ini diucapkan ketika akan berpisah atau akan selesai dari suatu majelis. Majelis ini tidak mesti dengan duduk-duduk. Pokoknya setiap pembicaraan atau obrolan biasa apalagi diyakini ada perkataan sia-sia yang terucap, maka doa kafaratul majelis sangat dianjurkan untuk dibaca.
Jika suatu majelis atau tempat obrolan yang membicarakan hal akhirat maupun hal dunia, lantas di dalamnya tidak terdapat dzikir pada Allah, sungguh sangat merugi.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Setiap kaum yang bangkit dari majelis yang tidak ada dzikir pada Allah, maka selesainya majelis itu seperti bangkai keledai dan hanya menjadi penyesalan pada hari kiamat.” (HR. Abu Daud, no. 4855; Ahmad, 2: 389. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih).
Tentu kita tidak mau menjadi orang yang merugi dalam setiap waktu kita. Karenanya, jadikanlah akhir majelis dengan istighfar dan bacaan doa kafaratul majelis.
Hadits lain terkait doa ini:
Dari Abu Barzah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengucapkan ketika di akhir (pertemuan) ketika beliau akan bangun dari majelis: (doa di atas). Lantas ada seseorang yang berkata, ‘Wahai Rasulullah, engkau mengucapkan ucapan yang belum pernah engkau ucapkan sebelumnya.’ Beliau menjawab, ‘Itu adalah kafarat bagi dosa yang terjadi selama di dalam majelis.’ (HR. Abu Daud, Al-Hakim Abu ‘Abdillah dalam Al-Mustadrak dari riwayat ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha dan ia mengatakan bahwa hadits ini sanadnya shahih). [HR. Abu Daud no. 4859, Ahmad 4:425. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan].
Sumber: https://rumaysho.com/17134-doa-kafaratul-majelis.html, https://rumaysho.com/13241-keutamaan-doa-kafaratul-majelis.html dan https://konsultasisyariah.com/24008-baca-dzikir-ini-agar-tidak-menyesal.html
#umum
Doa Bertemu Musuh Dan Penguasa
Doa Bertemu Musuh Dan Penguasa
اَللَّهُمَّ إِنَّا نَجْعَلُكَ فِيْ نُحُوْرِهِمْ وَنَعُوْذُ بِكَ مِنْ شُرُوْرِهِمْ
Latin
Allaahumma innaa naj'aluka fii nuhuurihim, wa na'uudzu bika min syuruurihim.
Artinya
Ya Allah, sesungguhnya aku menjadikan Engkau di leher mereka (agar kekuatan mereka tidak berdaya dalam berhadapan dengan kami). Dan aku berlindung kepadaMu dari kejelekan mereka.
Sumber dan keterangan
HR. Abu Dawud 2/89. Menurut pendapat Al-Hakim dan disepakati Adz-Dzahabi: Hadits di atas adalah shahih 2/142.
Sumber: Hisnul Muslim.
#umum
Doa Bertemu Musuh Dan Penguasa
Doa Bila Takut Kezaliman Penguasa
اَللَّهُمَّ رَبَّ السَّمَاوَاتِ السَّبْعِ، وَرَبَّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمِ، كُنْ لِيْ جَارًا مِنْ فُلاَنٍ بْنِ فُلاَنٍ، وَأَحْزَابِهِ مِنْ خَلاَئِقِكَ، أَنْ يَفْرُطَ عَلَيَّ أَحَدٌ مِنْهُمْ أَوْ يَطْغَى، عَزَّ جَارُكَ، وَجَلَّ ثَنَاؤُكَ، وَلاَ إِلَـٰهَ إِلاَّ أَنْتَ
Latin
Allaahumma robbas-samaawaatis-sab'i, wa robbal 'arsyil 'azhiim, kun lii jaaron min fulaanibni fulaan, wa ahzaabihi min kholaa-iqika, an yafrutho 'alayya ahadun minhum au yath-ghoo, 'azza jaaruka, wa jalla tsanaa-uka, wa laa ilaaha illa anta.
Artinya
Ya Allah, Tuhan Penguasa tujuh langit, Tuhan Penguasa 'Arsy yang agung. Jadilah Engkau pelindung bagiku dari Fulan bin Fulan, dan para kelompoknya dari makhlukMu. Jangan ada seorang pun dari mereka menyakitiku atau melampaui batas terhadapku. Sungguh kuat perlindunganMu, dan agunglah pujiMu. Tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Engkau.
Sumber dan keterangan
HR. Al-Bukhari dalam Al-Adabul Mufrad no. 707. Dinyatakan shahih oleh Al-Albani dalam Shahih Al-Adab Al-Mufrad no. 545.
Sumber: Hisnul Muslim.
#umum