Menampilkan 11 dari 227 do’a.
Doa Bertemu Musuh Dan Penguasa
Doa Untuk Mengalahkan Musuh
اَللَّهُمَّ مُنْزِلَ الْكِتَابِ، سَرِيْعَ الْحِسَابِ، اِهْزِمِ اْلأَحْزَابَ، اَللَّهُمَّ اهْزِمْهُمْ وَزَلْزِلْهُمْ
Latin
Allaahumma munzilal kitaab, sarii'al hisaab, ihzimil ahzaab, allaahummah-zimhum wa zalzilhum.
Artinya
Ya Allah, yang menurunkan Kitab Suci, yang menghisab perbuatan manusia dengan cepat, cerai beraikanlah golongan musuh. Ya Allah, kalahkanlah mereka, dan goncangkanlah mereka.
Sumber dan keterangan
HR. Muslim 3/1362.
Sumber: Hisnul Muslim.
#umum
Doa Bertemu Musuh Dan Penguasa
Doa Untuk Mengalahkan Musuh Dan Memohon Kemenangan
اَللَّهُمَّ مُنْزِلَ الْكِتَابِ، وَمُجْرِيَ السَّحَابِ، وَهَازِمَ الأَحْزَابِ، اِهْزِمْهُمْ، وَانْصُرْنَا عَلَيْهِمْ
Latin
Allaahumma munzilal kitaab, wa mujriyas-sahaab, wa haazimal ahzaab, ihzimhum, wan-shurnaa 'alaihim.
Artinya
Ya Allah, Dzat Yang menurunkan Al-Quran, Yang menggerakkan awan, Yang mengalahkan komplotan tentara (kafir), kalahkanlah mereka, dan menangkanlah kami atas mereka.
Sumber dan keterangan
HR. Bukhari dan Muslim.
Sumber: https://khotbahjumat.com/5149-meminta-kemenangan-dengan-doa.html
#umum
Doa Bertemu Musuh Dan Penguasa
Doa Bila Takut Kepada Suatu Kaum
اَللَّهُمَّ اكْفِنِيْهِمْ بِمَا شِئْتَ
Latin
Allaahummak-finiihim bimaa syi'ta.
Artinya
Ya Allah, cukupilah aku dalam menghadapi mereka dengan apa yang Engkau kehendaki.
Sumber dan keterangan
HR. Muslim 4/2300.
Sumber: Hisnul Muslim.
#umum
Doa Berlindung Dari Orang Zalim Dan Orang Kafir
Doa Berlindung Dari Orang Zalim (Doa Nabi Musa)
رَبِّ نَجِّنِي مِنَ الْقَوْمِ الظَّالِمِينَ
Latin
Robbi najjinii minal qoumizh-zhoolimiin.
Artinya
Ya Tuhanku, selamatkanlah aku dari orang-orang yang zalim. (Al Qashash [28]: 21).
Sumber dan keterangan
Sumber: https://muslim.or.id/26031-doa-doa-dari-al-quran-2.html
#umum
Doa Berlindung Dari Orang Zalim Dan Orang Kafir
Doa Berlindung Dari Keburukan Orang Kafir (Doa Nabi Ibrahim)
رَبَّنَا لَا تَجْعَلْنَا فِتْنَةً لِلَّذِينَ كَفَرُوا وَاغْفِرْ لَنَا رَبَّنَا إِنَّكَ أَنْتَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ
Latin
Robbanaa laa taj'alnaa fitnatan lilladziina kafaruu, wagh-fir lanaa robbanaa, innaka antal 'aziizul hakiim.
Artinya
Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan kami (sasaran) fitnah bagi orang-orang kafir. Dan ampunilah kami ya Tuhan kami. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (Al Mumtahanah [60]: 5).
Sumber dan keterangan
Sumber: https://muslim.or.id/26031-doa-doa-dari-al-quran-2.html
#umum
Beberapa Doa Terkait Shalat
Doa Sujud Tilawah
سَجَدَ وَجْهِيَ لِلَّذِيْ خَلَقَهُ وَشَقَّ سَمْعَهُ وَبَصَرَهُ بِحَوْلِهِ وَقُوَّتِهِ، فَتَبَارَكَ اللَّهُ أَحْسَنُ الْخَالِقِيْنَ
Latin
Sajada wajhiya lilladzii kholaqohu wa syaqqo sam'ahu wa bashorohu bihaulihi wa quwwatih, fatabaarokallaahu ahsanul khooliqiin.
Artinya
Bersujud wajahku kepada Tuhan yang menciptakannya, yang membelah pendengaran dan penglihatannya dengan Daya dan KekuatanNya, Maha Suci Allah sebaik-baik Pencipta.
Sumber dan keterangan
HR. At-Tirmidzi 2/474. Ahmad 6/30 dan Al-Hakim. Menurut Al-Hakim, hadits tersebut shahih. Imam Adz-Dzahabi menyetujui pendapatnya 1/220. Sedang tambahannya: Fatabaarakallaahu menurut riwayat Adz-Dzahabi sendiri.
Sumber: Hisnul Muslim.
#umum
Beberapa Doa Terkait Shalat
Doa Qunut Witir
اَللَّهُمَّ اهْدِنِيْ فِيْمَنْ هَدَيْتَ، وَعَافِنِيْ فِيْمَنْ عَافَيْتَ، وَتَوَلَّنِيْ فِيْمَنْ تَوَلَّيْتَ، وَبَارِكْ لِيْ فِيْمَا أَعْطَيْتَ، وَقِنِيْ شَرَّ مَا قَضَيْتَ، فَإِنَّكَ تَقْضِيْ وَلاَ يُقْضَى عَلَيْكَ، وَإِنَّهُ لاَ يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ، (وَلاَ يَعِزُّ مَنْ عَادَيْتَ)، تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ
Latin
Allaahummah-dinii fiiman hadait, wa 'aafinii fiiman 'aafait, wa tawallanii fiiman tawallait, wa baarik lii fiimaa a'thoit, wa qinii syarro maa qodhoit, fa-innaka taqdhii wa laa yuqdhoo 'alaik, wa innahu laa yadzillu man waalait, (wa laa ya'izzu man 'aadait), tabaarokta robbanaa wa ta'aalait.
Artinya
Ya Allah, berilah aku petunjuk sebagaimana orang yang telah Engkau beri petunjuk, berilah aku perlindungan (dari penyakit dan apa yang tidak disukai) sebagaimana orang yang telah Engkau lindungi, sayangilah aku sebagaimana orang yang telah Engkau sayangi. Berilah berkah pada apa yang Engkau berikan kepadaku, jauhkan aku dari kejelekan apa yang Engkau takdirkan, sesungguhnya Engkau yang menjatuhkan hukum, dan tidak ada orang yang memberikan hukuman kepadaMu. Sesungguhnya orang yang Engkau bela tidak akan terhina, (dan orang yang Engkau musuhi tidak akan mulia), Maha Suci Engkau, wahai Tuhan kami dan Maha Tinggi Engkau.
Sumber dan keterangan
HR. Empat penyusun kitab Sunan, Ahmad, Ad-Darimi, Al-Hakim dan Al-Baihaqi. Sedang doa yang ada di antara dua kurung, menurut riwayat Al-Baihaqi. Lihat Shahih At-Tirmidzi 1/144, Shahih Ibnu Majah 1/194 dan Irwa'ul Ghalil, oleh Al-Albani 2/172.
Ketika witir, disyariatkan untuk melakukan qunut di rakaat terakhir.
Hadits selengkapnya:
Dari Hasan bin Ali radhiyallahu 'anhuma, beliau mengatakan: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam mengajariku beberapa kalimat, yang hendaknya kuucapkan ketika qunut shalat witir: (doa di atas).
Sumber: Hisnul Muslim dan http://www.facebook.com/doa.dzikir.shahih.harian/posts/272729346160464
#umum
Beberapa Doa Terkait Shalat
Doa Di Akhir Shalat Witir
اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِرِضَاكَ مِنْ سَخَطِكَ، وَبِمُعَافَاتِكَ مِنْ عُقُوْبَتِكَ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْكَ، لاَ أُحْصِيْ ثَنَاءً عَلَيْكَ، أَنْتَ كَمَا أَثْنَيْتَ عَلَى نَفْسِكَ
Latin
Allaahumma innii a'uudzu biridhooka min sakhothika, wa bimu'aafaatika min 'uquubatika, wa a'uudzu bika minka, laa uhshii tsanaa-an 'alaika, anta kamaa ats-naita 'alaa nafsik.
Artinya
Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung dengan keridhaan-Mu dari kemarahanMu, dan dengan keselamatanMu dari hukumanMu, dan aku berlindung kepadaMu dari siksaMu. Aku tidak mampu menghitung pujian dan sanjungan kepadaMu, Engkau adalah sebagaimana yang Engkau sanjungkan kepada diriMu sendiri.
Sumber dan keterangan
HR. An-Nasa'i 1747, Abu Daud 1427 dan Turmudzi 3566, dinilai shahih oleh Al-Albani.
Hadis selengkapnya:
Dari Ali bin Abi Thalib radhiyallahu 'anhu, beliau mengatakan: Bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam di penghujung shalat witirnya, beliau membaca: (doa di atas).
Kapankah doa ini dibaca?
Pada hadits di atas tidak dijelaskan kapan Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam membaca doa tersebut ketika shalat witir. Dalam catatan untuk Sunan An-Nasa'i, As-Sindi mengatakan: Keterangan beliau "di penghujung shalat witirnya, beliau membaca…" mungkin maknanya adalah beliau baca di akhir tahajud, sehingga itu termasuk doa qunut, sebagaimana isyarat keterangan An-Nasa'i, mungkin juga dimaknai bahwa doa ini dibaca ketika duduk tasyahud akhir, dan ini makna yang tersirat dari hadis tersebut. (Dinukil dari Bughyatul Mutathawi', hlm. 30).
Akan tetapi disebutkan dalam kitab Amalul Yaum wa Lailah karya An-Nasai, demikian pula ibnu Sunni, bahwa Ali bin Abi Thalib radhiyallahu 'anhu mengatakan: Saya menginap di rumah Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam di suatu malam. Ketika beliau usai shalat dan bersiap di tempat tidurnya, beliau membaca: (doa di atas). (Muntaqa Amalul yaum wa Lailah An-Nasai, hlm. 25). Diantara kebiasaan Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, beliau kembali ke tempat tidur seusai melaksanakan shalat tahajud. Sambil mempersiapkan tempat tidurnya, beliau membaca doa tersebut.
Sementara itu, disebutkan dalam riwayat yang lain, dari A'isyah radhiyallahu 'anha, beliau mengatakan: Saya kehilangan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam di suatu malam, ternyata aku dapati beliau dalam keadaan sedang sujud, dan dua kaki beliau dipancangkan, sementara beliau membaca: (doa di atas). (HR. Ahmad 25655, An-Nasa'i 1100, Ibn Majah 3841, Ibnu Hibban dalam shahihnya 1932, Ibn Khuzaimah dalam shahihnya 655, dan dishahihkan Al-Albani).
Kesimpulan:
Berdasarkan dua riwayat ini, dapat kita simpulkan bahwa ada dua tempat untuk membaca doa ini ketika witir atau tahajud:
Setelah shalat witir.
Ketika sujud dalam shalat.
Allahu a'lam.
Sumber: http://www.facebook.com/doa.dzikir.shahih.harian/posts/271923406241058
#umum
Beberapa Doa Terkait Shalat
Bacaan Setelah Salam Shalat Witir
(سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْقُدُّوْسِ (3×) (رَبِّ الْمَلاَئِكَةِ وَالرُّوْحِ
Latin
Subhaanal malikil qudduus (3x), (robbil malaa-ikati war-ruuh).
Artinya
Maha suci Allah, Raja Yang Maha suci (3x, dan yang ketiga, beliau membacanya dengan suara keras dan panjang, dan menambahkan) Tuhannya para malaikat dan Jibril.
Sumber dan keterangan
HR. An-Nasai 3/244, Ad-Daruquthni dan beberapa imam hadis yang lain. Sedang kalimat antara dua tanda kurung adalah tambahan menurut riwayatnya 2/31. Sanadnya shahih, lihat Zadul Ma'ad yang ditahqiq oleh Syu'aib Al-Arnauth dan Abdul Qadir Al-Arnauth 1/337.
Keterangan:
Tidak ada doa setelah tarawih maupun di sela tarawih. Yang ada adalah doa setelah witir. Berikut beberapa doa setelah witir yang diajarkan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam.
Subhaanal malikil qudduus. (Maha suci Allah, Raja Yang Maha suci).
Hadis Selengkapnya:
Dari Ubay bin Ka'ab radhiyallahu 'anhu, beliau mengatakan: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam setelah salam shalat witir, beliau membaca: Subhaanal malikil qudduus. (HR. Abu Daud 1430, dishahihkan Al-Albani).
Dalam riwayat Nasa'i dari Abdurrahman bin Abza radhiyallahu 'anhu, terdapat tambahan: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam melakukan witir dengan membaca surat Al-A'la (rakaat pertama), surat Al-Kafirun (rakaat kedua), dan surat Al-Ikhlas (rakaat ketiga). Setelah salam, beliau membaca: Subhaanal malikil qudduus 3x. Beliau keraskan yang ketiga. (HR. Nasa'i 1732 dan dishahihkan Al-Albani).
Dalam riwayat yang lain, terdapat tambahan: "Beliau baca panjang yang ketiga." (HR. Nasa'i 1734 dan dishahihkan Al-Albani).
Tambahan "Rabbil Malaaikati war Ruuh":
Disebutkan dalam riwayat Thabrani adanya tambahan:
Rabbil Malaaikati war Ruuh. (Tuhannya para malaikat dan Jibril).
Dari Ubay bin Ka'ab radhiyallahu 'anhu, beliau mengatakan: Di bagian akhir beliau membaca: Rabbil Malaaikati war Ruuh. (HR. Ad-Daruquthni 1660. Dalam fatwa islam (no. 14093) dinyatakan: sanadnya shahih, dan disebutkan Ibnul Qoyim dalam Zadul Ma'ad 1/323).
Dari beberapa riwayat di atas, dapat kita simpulkan terkait bacaan doa ini:
Doa ini dibaca tepat setelah salam shalat witir.
Doa ini dibaca 3x.
Pada bacaan kali ke-3, dikeraskan dan dipanjangkan "Subhaaanal malikil qudduuuuu … ss".
Disambung dengan membaca "Rabbil malaaikati war ruuh…".
Kalimat: "Subbuuhun qudduusun rabbul malaaikati war ruuh":
Kalimat termasuk salah satu doa yang diajarkan Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam ketika rukuk atau sujud. A'isyah radhiyallahu 'anha mengatakan: Bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam membaca doa ketika rukuk dan sujud beliau: "Subbuuhun qudduusun… dst". (HR. Muslim 487). Mengingat lafal "Subbuuhun qudduusun… dst" adalah doa sujud atau rukuk ketika shalat, sehingga tambahan ini tidak ada hubungannya dengan shalat witir. Karena tidak perlu dibaca seusai witir.
Allahu a'lam.
Sumber: Hisnul Muslim dan http://www.facebook.com/doa.dzikir.shahih.harian/posts/271175212982544
#umum
Beberapa Doa Terkait Shalat
Doa Setelah Shalat Istikharah
اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْتَخِيْرُكَ بِعِلْمِكَ، وَأَسْتَقْدِرُكَ بِقُدْرَتِكَ، وَأَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ الْعَظِيْمِ، فَإِنَّكَ تَقْدِرُ وَلاَ أَقْدِرُ، وَتَعْلَمُ وَلاَ أَعْلَمُ، وَأَنْتَ عَلاَّمُ الْغُيُوْبِ، اَللَّهُمَّ إِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَـٰذَا اْلأَمْرَ خَيْرٌ لِيْ فِيْ دِيْنِيْ، وَمَعَاشِيْ، وَعَاقِبَةِ أَمْرِيْ، فَاقْدُرْهُ لِيْ، وَيَسِّرْهُ لِيْ، ثُمَّ بَارِكْ لِيْ فِيْهِ، وَإِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَـٰذَا اْلأَمْرَ شَرٌّ لِيْ فِيْ دِيْنِيْ، وَمَعَاشِيْ، وَعَاقِبَةِ أَمْرِيْ، فَاصْرِفْهُ عَنِّيْ، وَاصْرِفْنِيْ عَنْهُ، وَاقْدُرْ لِيَ الْخَيْرَ حَيْثُ كَانَ، ثُمَّ أَرْضِنِيْ بِهِ
Latin
Allaahumma innii asta-khiiruka bi'ilmika, wa astaqdiruka biqudrotika, wa as-aluka min fadh-likal 'azhiim, fa-innaka taqdiru wa laa aqdiru, wa ta'lamu wa laa a'lamu, wa anta 'allaamul ghuyuub. Allaahumma in kunta ta'lamu anna haadzal amro khoirun lii fii diinii, wa ma'aasyii, wa 'aaqibati amrii, faqdurhu lii, wa yassirhu lii, tsumma baarik lii fiihi, wa in kunta ta'lamu anna haadzal amro syarrun lii fii diinii, wa ma'aasyii, wa 'aaqibati amrii, fash-rif-hu 'annii, wash-rifnii 'anhu, waqdur liyal khoiro haitsu kaana, tsumma ardhinii bih.
Artinya
Ya Allah, sesungguhnya aku meminta pilihan yang tepat kepada-Mu dengan ilmu-Mu, aku mohon kekuasaan-Mu (untuk mengatasi persoalanku) dengan kemahakuasaan-Mu, dan aku mohon anugerah-Mu Yang Maha Agung. Sesungguhnya Engkau Mahakuasa sedang aku tidak kuasa, Engkau mengetahui sedang aku tidak mengetahui, dan Engkau Maha Mengetahui hal yang gaib. Ya Allah, jika Engkau mengetahui bahwa urusan ini baik untuk agama, kehidupan dan akhir urusanku, maka takdirkanlah ia untukku, mudahkan ia untukku, kemudian berkahilah ia untukku. Tapi jika Engkau mengetahui bahwa urusan ini buruk untuk agama, kehidupan dan akhir urusanku, maka jauhkan ia dariku, dan jauhkan aku darinya. Takdirkanlah yang terbaik untukku di mana pun itu, kemudian jadikanlah aku ridha dengannya.
Sumber dan keterangan
HR. Al-Bukhari 7/162.
Tata Cara Shalat Istikharah
Istikharah dilakukan ketika seseorang bertekad untuk melakukan satu hal tertentu, bukan sebatas lintasan batin. Kemudian dia pasrahkan kepada Allah.
1. Bersuci, baik wudhu atau tayammum.
2. Melaksanakan shalat dua rakaat. Shalat sunnah dua rakaat ini bebas, tidak harus shalat khusus. Bisa juga berupa shalat rawatib, shalat tahiyatul masjid, shalat dhuha, dll, yang penting dua rakaat.
3. Tidak ada bacaan surat khusus ketika shalat. Artinya cukup membaca Al-Fatihah (ini wajib) dan surat atau ayat yang dihafal.
4. Berdoa setelah salam dan dianjurkan mengangkat tangan. Caranya: membaca doa di atas (atau doa di halaman selanjutnya).
5. Selesai doa dia langsung menyebutkan keinginannya dengan bahasa bebas. Misalnya: bekerja di perusahaan A, atau menikah dengan B, atau berangkat ke kota C, dst.
6. Banyak orang beranggapan bahwa jawaban istikharah akan Allah sampaikan dalam mimpi. Ini adalah anggapan yang yang sama sekali tidak berdalil, karena tidak ada keterkaitan antara istikharah dengan mimpi.
7. Melakukan apa yang menjadi tekadnya. Jika menjumpai halangan, berarti itu isyarat bahwa Allah tidak menginginkan hal itu terjadi pada anda.
8. Apapun hasil akhir setelah istikharah, itulah yang terbaik bagi kita. Meskipun bisa jadi tidak sesuai dengan harapan sebelumnya. Karena itu, kita harus berusaha ridha dan lapang dada dengan pilihan Allah untuk kita. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajarkan dalam doa di atas, dengan menyatakan “kemudian jadikanlah aku ridha dengannya”, maksudnya adalah ridha dengan pilihan-Mu ya Allah, meskipun tidak sesuai keinginanku.
Hadits:
Jabir bin Abdillah Radhiallahu'anhu berkata, “Adalah Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam mengajari kami shalat Istikharah untuk memutuskan segala sesuatu, sebagaimana mengajari surah Al-Quran. Beliau bersabda, ‘Apabila seseorang di antara kamu mempunyai rencana untuk mengerjakan sesuatu, hendaknya melakukan shalat sunnah (Istikharah) dua rakaat, kemudian bacalah: (doa di atas).’”
Tidak menyesal orang yang beristikharah kepada Al-Khaliq dan bermusyawarah dengan orang-orang mukmin dan berhati-hati dalam menangani persoalannya. Allah Ta'ala berfirman, “… dan bermusyawarahlah kepada mereka (para sahabat) dalam urusan itu (peperangan, perekonomian, politik dan lain-lain). Bila kamu telah membulatkan tekad, bertawakkallah kepada Allah…” (Ali Imran [3]: 159).
Sumber: Hisnul Muslim dan https://konsultasisyariah.com/8754-tata-cara-shalat-istikharah.html
#umum
Beberapa Doa Terkait Shalat
Doa Setelah Shalat Dhuha
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي وَتُبْ عَلَيَّ، إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ
Latin
Allaahummagh-fir lii wa tub 'alayya, innaka antat-tawwaabur-rohiim (100x).
Artinya
Ya Allah, ampunilah dosaku dan terimalah taubatku, sesungguhnya Engkau Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang (100x).
Sumber dan keterangan
HR. Bukhari dalam al-Adab al-Mufrod 217 no. 619. Dishahihkan oleh al-Albani.
Dari Aisyah radhiyallahu anha, ia berkata, “Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam melaksanakan shalat dhuha kemudian Beliau berucap: (doa di atas). Beliau mengulangnya hingga 100 kali.”
Sumber: http://www.salamdakwah.com/baca-pertanyaan/dzikir-sholat-dhuha.html
#umum